Usianya 6 tahun waktu itu
Ia duduk dibangku taman sekolah
Memperhatikan temannya berlari riang kesana kemari
Bermain kasti di lapangan rumput hijau
Ia hanya bisa menahan iri untuk ikut bermain
Badannya yang lemah tidak mau diajak kompromi
Waktu itu anak seusianya makan permen manis sesuka hati
Tapi ia tidak, permen pahitlah yang boleh dimakannya
Waktu itu temannya bebas minum es apapun rasanya
Tapi ia tidak, sirup pahitlah yang boleh diminumnya
Waktu itu temannya pergi main ke taman hiburan
Tapi ia tidak, rumah sakitlah ia perginya
Dialah gadis kecil yanng malang
Pembawa amplop coklat berisi gambar paru-paru
Waktu itu 15 tahunlah usianya
Masih setia dengan amplop coklat yang sering ia bawa
Berkunjung dari satu rumah putih ke rumah putih lainnya
Tanpa letih tanpa tangis
Karna ia sudah pernah menangis sampai letih
Terus berjuanglah ia...
18 tahunlah usianya sekarang
Terkapar ia lemah tak berdaya
Pecah tangis di pangkuan ibu ayahnya
Ia bilang ingin menyerah
Ia bilang tak mampu berjuang dengan sisa mimpinya
Ia bilang tak mampu lagi melihat tingginya langit
Tapi Tuhan masih disitu, masih bersamanya
Waktu membuatnya bangkit kembali
Setelah jatuh berkali-kali
Waktu membuatnya tegar kembali
Setelah dihantam sakit bertubi-tubi
-Di waktu subuh-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar